Laman

Jumat, 19 Desember 2014

Virus

Virus adalah parasit yang mempunyai ukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus adalah parasit obligat karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan cara menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup.

Struktur dan anatomi tubuh virus


Struktur dan anatomi tubuh virus :
 Tubuh Virus tersusun dari Kepala, kulit selubung(kapsid), isi tubuh dan serabut ekor
• Kepala(head)
 Kepala Virus berisi DNA dan diselubungi oleh kapsid
• Kapsid
 Kapsid adalah selubung yang terbuat dari proten. Kapsid berfungsi melindungi virus dari kondisi yang merugikan virus.
• Isi tubuh
 Isi tubuh virus terdidri dari DNA saja atau RNA. DNA atau RNA adalah materi genetik yang membawa sifat virus.
• Ekor
 Ekor virus terdiri dari papan dasar(base plate) dan serabut ekor(tail fiber) yang berfungsi untuk menancapkan ke tubuh mikroorganisme.

 Replikasi Virus
 Replikasi virus terdiri dari beberapa tahap :
• Pelekatan virus
• Penetrasi
• Pelepasan mantel
• Replikasi genom dan ekspresi gen
• Perakitan
• Pematangan

 Pelepasan Pelekatan virus merupakan proses interaksi awal antara partikel virus dengan molekul reseptor pada permukaan sel inang. Penetrasi terjadi setelah pelekatan virus, proses ini membutuhkan energi. Pada tahap pelepasan mantel kapsid virus sebagian atau seluruhnya dipindahkan kedalam sitoplasma sel inang. Perakitan merupakan proses pengumpulan komponen-komponen virion pada bagian khusus di dalam sel. Pada tahap pe.matangan ini terjadi perubahan struktur dalam partikel virus yang kemungkinan dihasilkan oleh pemecahan spesifik protein kapsid untuk menghasilkan produk yang matang. Semua virus kecuali virus tanaman melepaskan diri dari sel inang

 Klasifikasi Virus
 Berdasarkan asam nukleatnya virus dibedakan menjadi:
• Virus DNA, contohnya: Poxvirus, Hepesviruses, Adenoviruses, Papovaviruses dan Parvoviruses.
• Virus RNA, contohnya: Orthomyxoviruses, Paramyxoviruses, Rhabdoviruses, Picornaviruses, Togaviruses, Reoviruses dan Retroviruses.
• Virus berselubung
• Virus non-selubung

 Berdasarkan Bentuk Dasarnya, Virus dibedakan menjadi:
• Virus bentuk Ikosahedral. Contohnya virus polio dan adenovirus.
• Virus bentuk Heliks. Contohnya virus influenza dan TMV.
• Virus bentuk Kompleks. Struktur yang amat kompleks dan pada umumnya lebih lengkap dibanding dengan virus lainnya. Contoh virus pox (virus cacar) yang mempunyai selubung yang menyelubungi asam nukelat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar